Aristoteles dan embrio pada kolom berita di Kompas pagi ini, berisi perdebatan para ahli tentang jiwa yang masuk ke dalam janin. Menurut Aristoteles sendiri, ada perbedaan waktu antara janin pria dan perempuan. Hanya satu yang terlintas di benakku; pembicaraan terakhir mengenai sebuah nama, untuk mereka ulang memori di keseluruhan cerita kita.
Saturday, August 27, 2005
Friday, August 26, 2005
Untaian mimpi
Sekarang kita punya banyak waktu, tuk pecahkan misteri dalam buku detektif kanak-kanak, debat kusir tentang matari yang tak jenuh terbit dari timur, mengulang mejikuhibiniu entah dalam elektro pun warna bianglala, mereka ulang nyanyian Tokyo Love Story yang mungkin masih membekas, jilati sampai tuntas leleran coklat di jemari karna kue kukus coklat mama, terlelap di atas loteng di sela-sela tumpukan komik tua dan sekoloni rayap, dan mengulang mimpi-impi-impian tentang kisah cinta yang berakhir sempurna.
Wednesday, August 24, 2005
Need a ride, a perfect one

Highway to heaven, the most easiest definition for the word happiness, seems too impossible.
Sedang kehilangan kompas, entah harus diam atau melangkah, utara atau selatan, timur atau barat, istirahat sejenak rasanya telah lama lewat, aku harus beranjak, entah kemana, entah kemana.
Aku hanya tahu mereka-mereka yang cintai aku, tolerir sifat kerasku, sayangi lonjakan emosiku, (berusaha) pahami diriku, dampingi aku dalam amukan dan tangisan. Ya, aku tahu betul mereka-mereka itu.
Just wanna say thanks and don't feel upset because of my words. Sometimes sh*t happens, just tired with this kind of feelings.
Sunday, August 21, 2005
Amore
Yang paling mudah bisa jadi paling susah. Cinta, katanya sih, bisa buat tai kucing rasa coklat, pake madu pula. Tapi bisa berubah karena tekanan keadaan, nyonya ngomel-ngomel sama tuan, mana uang bulanan, gaji kecil amat, makan aja tuh cinta..emang cinta bisa ngasih kenyang?! Duh, mereka yang salah artikan rasa sesaat jadi cinta, kok main nyatut-nyatut nama cinta aja.
Cinta itu immaterial, yang bisa jadi timbulkan rasa senang karena sikap ekspresif dan kepemilikan yang berujung pada tanggung jawab. Cinta itu gak bisa buat kita kenyang, tapi (sungguh) bisa buat kita lupa sama rasa laper. Cuma kalo lemes karena gak ada makanan yang masuk ke mulut, sama juga bohong kan, gak bisa ngapa-ngapain, including make our partner happy (hahaha..khusus 17 thn ke atas dong nih).
Cinta itu memang tidak bisa dilihat, tapi bisa ditunjukkan. Bisa dirasain, seperti angin. Tidak bisa ditampung, masih seperti angin. Tapi tentu, bisa diarahkan. Dan entah kenapa aku kurang suka, kata 'maaf' diikuti pernyataan cinta. Yang pasti, cinta itu bukan alasan.
Saturday, August 20, 2005
With or without reason at all
Siang hari ini, dalam perjalanan ku menuju stasiun kereta,
sejenak lamunanku terhenti...
Karena pepohonan di sepanjang jalan yang ku lalui
sedang menggugurkan daun tuanya bagaikan hujan.
Anak anak kecil berlarian dan tertawa,
dan semua orang tertegun sejenak.
Dan tak ku sadari jalanan telah hilang menguning tertutup dedaunan.
Sekejap aku teringat dengan nya.., hanya dirinya..
Hanya daun yang berguguran...
Betapa ku tak mengerti isi dunia ini..
Dan Tahun depan, dedaunan tetap akan berguguran di jalanan ini,
manusia hanya bisa mencoba memberi makna.
dan aku akan kembali mengingatnya...
Dikirimkan Bazit melalui tekhnologi FS
sejenak lamunanku terhenti...
Karena pepohonan di sepanjang jalan yang ku lalui
sedang menggugurkan daun tuanya bagaikan hujan.
Anak anak kecil berlarian dan tertawa,
dan semua orang tertegun sejenak.
Dan tak ku sadari jalanan telah hilang menguning tertutup dedaunan.
Sekejap aku teringat dengan nya.., hanya dirinya..
Hanya daun yang berguguran...
Betapa ku tak mengerti isi dunia ini..
Dan Tahun depan, dedaunan tetap akan berguguran di jalanan ini,
manusia hanya bisa mencoba memberi makna.
dan aku akan kembali mengingatnya...
Dikirimkan Bazit melalui tekhnologi FS
Kawan, tak tahukah kau,
sama halnya dengan daun maple yang gugur,
atas sebuah alasan yang mampu dicerna,
terkadang hal terindah pun terburuk,
tidak perlu alasan sama sekali.
Karena hidup adalah magis,
jauh dari akal kita, katak dalam dunia,
bahkan rasa membuat kita,
semakin bodoh dari apa yang seorang sebut,
kutu yang lompat hanya setinggi kotak,
yang mengungkungnya pula =)
Kita adalah pedestrian,
yang terus menerus salahkan musim,
yang salahkan pohon,
yang salahkan daun rontok,
yang salahkan alam,
padahal kita adalah bagian darinya...
Wednesday, August 17, 2005
Merdeka...!!!


Foto 17an kita, di Pisa Aisklim =p marmut mabok nih, dear..komentator hari ini
Kemerdekaan, means a lot, huh? Masaaaaa....?? =p hm, cerita yang paling intim denganku hanyalah cerita seorang pejuang yang sengaja memalsukan umurnya menjadi tiga tahun lebih tua, hanya untuk bisa turut berjuang demi negaranya, bergabung dalam PETA. Sampai-sampai, anak cucu si pejuang itu menjadi salah menaruh angka di belakang ucapan selamat ulang tahun, karena istri pejuang itu sendiri beberapa tahun lebih tua, jadi sejak mereka berpacaran, dibiarkanlah umur 'palsu' itu tetap melekat dan bertambah tiap tahunnya.
Monday, August 15, 2005
Senyum
Melelahkan dan entah kenapa sangat membahagiakan. Terima kasih untuk hari ini. Dan semua rencana awal? Hanya berhasil di urusan kebaya, plus nuker dollar, bayar telpon, dan yang lain? Hm, there's still tomorrow, karena hari ini aku tengah menabung urusan hati hahaha..
Kebenaran (tidak ada) yang mutlak
Mengutip perkataan cupcakes, "Wahai pemimpin, bayarlah gaji pegawaimu sebelum keringatnya sempat mengering," katanya juga ini adalah suatu ciri kapitalis yang mulia. Kalau menurutku, baik kapitalis, humanis, ataupun komunis sekalipun, hanya ada dua pilihan. Yang pas-pas an dan yang berlebihan. Tergantung kita mau jadi yang mana. Karena tidak ada satu pun di dunia ini (menurutku) yang pantas berteriak (seakan) dirinya menyerukan kebenaran. Ah, dunia ini memang omong kosong dengan kebenaran mutlaknya. Mungkin itu sebabnya pemimpin negara membenci ilmu filsafat.
Happy Monday
Today's plan (not able to say it activities cause usually I am running out of time hahaha) :
1. Benerin lampu rem yang mati satu
2. Ganti oli
3. Servis ac
4. Facial
5. Nomat dong kita, biar kayak abg
6. Nyari puppy (tentatif?!)
7. Kasih cth ukuran kebaya ke seibu
8. Buat artikel 8800 tuk majalahnya Aji
9. Bersenang-senang (ini sangat tentatif)
Why? Cause it's my first holiday...haha... =)
Btw cupcakes..nitip femina downgs..=")
ah ha..yes you!!


Sunday, August 14, 2005
Puppy lover
Bicara tentang kesendirian, yang mengarah pada kontemplasi, dan juga sepi, aku rasa ini saatnya aku mempertimbangkan membeli anak anjing lagi. A little puppy will relief this strange feeling. How about shihtzu, golden or maybe rotweiller? hahaha nope, maybe chow2 will be nice..=) jadi, harus mulai mengencangkan ikat pinggang, bukan hanya tuk sekedar sunglasses inceranku yang kemaren budget berlarian malah untuk celana dan sepatu putih...you know why? Those cute lil' puppies are very goddamn expensive!! hahaha...
Kenapa ya, kenapa tidak?
Mengapa semua yang sederhana harus dibuat sulit? Pada saat kita menyayangi seseorang, kenapa harus ada kata "kenapa ya?" dan bukannya "kenapa tidak"? Apa salahnya mengalah karena kita belum tentu kalah. Dan apa pula artinya kalah bila salah lebih buruk lagi akibatnya. Satu hal yang kupelajari, kalah belum tentu salah, dan akhir-akhir ini pemerintahan memberi contoh yang luar biasa inovatif, salah belum tentu kalah. Itu semua hanya masalah kekuatan. Pada saat kau membuat salah, bagaimana kau bisa berkata, "kenapa tidak kau yang ke rumahku, kenapa harus aku yang ke rumahmu?". Pada saat kau jauhi aku, kau berkata "kenapa kau masih datang kesini, bukankah aku sudah menyakiti kamu?".

The City Lights and Me
Duh, kenapa susah sekali untuk mengerti. Cinta tidak pernah mengenal kata ego dan juga pamrih. Yang kusayangkan kalau kita bertengkar hanya satu, waktu yang terbuang dengan ketidakbersamaan kita. Dan bukan siapa yang harus datang pun tak datang, mengalah pun tak mengalah. Cinta, kurang berbicara apa di padamu? Ah, ini pun hanya kontemplasi perjalanan pulang dengan banyak kejemuan mengemudi di sepanjang arteri antasari-cirendeu. Have a good night sleep, all...it's saturday night!
Saturday, August 13, 2005
Kamus ala saya sendiri
Bicara tentang kesendirian, selalu identik dengan kesepian. Bisa jadi dalam kamus aku ingin menyarankan suatu bentuk frase yang biasa terdiri dari "kata X" mengikuti "kata Y". Dengan demikian banyak orang akan lebih mudah menemukan kata yang mereka cari untuk menggambarkan emosi yang melandan mereka. Contohnya seperti yang di bawah ini :
- Kata 'gelap' diikuti dengan kata 'tak bisa melihat' ( kecuali orang tuna netra) diikuti kata 'takut' karena memang kita tidak pernah mengerti apa yang jauh dari indera dan juga nalar kita bukan? Mungkin kecuali untuk satu yang ciptakan kita.
- Kata 'sendiri' diikuti kata 'sepi' karena kita makhluk sosial, tak bisa hidup tanpa orang lain. Walau terkadang buatku sendiri adalah waktu yang tepat tuk berkontemplasi, mengarungi sungai pikiran yang penuh dengan batu-batu sebagai aral rintangan bagi pikiran (yang lagi-lagi buatku) cukup sederhana.
- Kata 'jatuh' diikuti kata 'bangun'. Hei kenapa pula harus ada bangun kalau keadaan sudah enak buat kita? Contoh jatuh dalam kekayaan, atau jatuh dalam kebahagiaan yang analoginya adalah jatuh dalam pelukan seseorang. Apakah jatuh selalu identik dengan negatif? Padahal menurutku lebih cocok kalau kata 'jatuh' identik dengan kata 'penyerahan', yang bisa jadi menyerah dan lelah berjuang terhadap keadaan, atau bahkan sukarela. Dengan jatuh kita menjadi orang yang pasrah dan nrimo (hidup orang jawa!) (hei..saya setengah menado, bung..) dan bangun bisa jadi tidak selalu posititif melainkan tidak pernah puas, kutu loncat, jadikan orang lain stepping stone dan lain-lain.
Duh, bisa jadi bangun siang yang buat pikiranku kayak telur scramble gini..ayway, kata adalah netral, dia hanya tercipta di fikir dan tiap aksara yang berloncatan dari mulut ini selalu bersamaan dengan proses pembentukan frame di dalam fikir. Menyenangkan bukan, apapun yang kita proses dalam fikir ini, bebas dari intervensi siapapun. Thanks God sampai sekarang belum ada razia pikiran di jalan-jalan, walau kapolda kita baru hahaha...
Subscribe to:
Posts (Atom)